Reflection

Oleh Yuli Duryat

foto google

Ingatkah sekuntum mawar merah yang kau kirim bersama bibitnya saat hari pernikahan. Kau membebankan pada para wanita untuk menyiraminya agar tetap segar. Lalu, apakah kau akan tetap diam tak mau menggantikan posisi sementara sang wanita sakit. Membiarkan mawar-mawar itu layu dan tercampakan?

Kalau kau percaya cinta itu lekang ditelan waktu, maka perbaikilah sikap untuk memahami pasanganmu. Boleh jadi sekarang kau merasa ‘cinta setengah mati’ namun belum tentu esok hari atau sebulan kemudian, mungkin bahkan setahun mendatang. Cinta datang tiada terduga dan pergi tanpa berpamitan. Para penerima cinta harus berusaha sendiri menjaga agar ‘ia’ tetap ada dan berkembang.

Kau boleh saja tersenyum bangga karena merasa sangat dicintai, tapi kau harus tahu bahwa keadaan tak akan selalu sama begitu juga tentang ‘rasa’. Maka dari itu peliharalah dengan baik selagi ‘ia’ masih segar berbunga.

Uneg-uneg di sore menjelang malam yang bosan. At; kamar yang bernyanyi tentang sunyi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s