Pendalaman Karakter dan Bangkitkan Mood

By Yuli Duryat

Anda mau tahu kesan saya pada teman baik yang sudah sangat dekat dengan saya? Sebal. Butuh. Sebal, setiap hari dia telpon dan menanyakan saya sedang apa. Dia tahu kalau saya sangat suka nonton, baik itu film ataupun drama. Butuh, saat saya sedang terlena oleh kebiasaan saya, saya jadi selalu diingatkan oleh ganggunannya.

Dari berbagai genre film dan drama saya tonton. Tapi jangan salah, saya tidak sembarang suka. Saya menonton terutama yang isinya menyemangati. Tapi ada kebiasaan buruk saya, saya sangat suka film dan drama bergenre melowdrama dan tragedi. Saya akan mencari soundtreknya sebagai pengingat, ataupun pembangkit kesedihan kala saya sedang ingin menulis tulisan sejenis yang menguras rasa dan air mata. Tapi saya juga suka film dan drama bergenre komedi romance, sejarah, dan yang memotivasi.

Lalu, apa hubungannya menulis dengan menonton? Bagi saya, menulis dan menonton sama seperti membaca dan menulis. Seorang penulis skenario yang tidak suka nonton, lebih baik mundur saja dari dunia perskenarioan. Sebagai contoh, saya pernah menulis skenario dengan teman saya. Mati-matian kami menulis, berganti-ganti tempat untuk mencari inspirasi. Dari kafe di pinggir laut hingga jembatan pinggir jalan, taman, juga perpus. Hampir dua bulan lebih waktu kami habis untuk berdiskusi. Anda ingin tahu bagaimana hasilnya, setelah kami tanyakan kepada seorang penulis skenario ternama Aditya Gumay. Ternyata skenario garapan kami itu pernah difilmkan. Atau ide ceritanya sama dengan film yang pernah tayang di Indonesia.

Belum percaya dengan apa yang beliau sampaikan, saya dan teman saya mengeceknya di internet. Menangis kami bersamaan. Selain karena ceritanya memang mengharukan, ternyata jalan cerita hampir mirip dengan scenario kami. Karena itulah menonton sangat penting bagi para calon penulis.

Menulis perlu mendalami karakter yang kita pilih. Sama seperti akting, bedanya, seorang penulis menuangkannya di atas kertas, dengan pena. Seorang aktor menuangkannya dengan gerakan tubuh, ekspresi, suara dan sebagainya.

Dalam drama Taiwan bertajuk Skip Beat, yang diadaptasi dari Manga berjudul sama karya Yoshiki Nakamura, meskipun banyak penggemar komik Jepang yang kecewa pada tokoh mereka dalam drama fersi Taiwan ini, tetapi menurut saya yang tidak tahu tentang komik lumayan oke.

Drama ini banyak mengajarkan bagaimana mendalami karakter ketika berakting. Saya bukan penggemar komik, tetapi melihat bagaimana seorang aktor mengolah perasaan saat berakting, saya jadi tak mau ketinggalan dalam setiap episodenya. Seperti apa pun karakter yang akan diperankan atau ditulis, yang perlu diketahui adalah menjadi diri sendiri. Sebagai contoh, Anda ingin meluapkan karakter jahat, maka keluarkan sifat jahat yang ada dalam diri seperti apa pun itu. Dalam diri setiap orang pasti punya dua sisi yaitu baik atau pun buruk, tergantung berapa banyak dua sisi tersebut mendominasi hati setiap individu.

Selain mendalami karakter, membangkitkan mood tak kalah penting dalam menulis, jangan terpaku dan menunggu datangnya mood baru menulis. Duduk di depan komputer dalam kamar sempit setiap menulis sangat menjenuhkan. Oleh karena itu, saya banyak menonton dan membaca untuk membangkitkan semangat menulis. Selain menyetel kembali soudtrak film atau drama yang telah saya koleksi tentu saja.

Kalau saya mengalah dengan mood, bisa-bisa saya hanya bisa menulis satu artikel dalam setahun. Bagaimana tidak, pada saat mood saya datang tiba-tiba, lalu saya menulis, dan pada pertengahan tulisan, bukan kadang lagi, sering saya ngadat dan mood tiba-tiba saja hilang. Akhirnya tulisan tidak rampung, mengendap di dokumun. Jujur saja, saya punya banyak sekali judul cerpen ataupun artikel yang tidak selesai. Entah kapan saya akan menyelesaikannya.

Kalau saya menunggu ide datang baru menulis, bisa-bisa nasib saya pun sama. Betapa tidak bisa memungkirinya, ketika ide datang di malam saat kepala benar-benar ngantuk dan badan menuntut jatah istirahat, akhirnya saya pun memilih tidur. Ide menguap begitu saja, hingga pagi hari saat saya sudah bugar, saya pun sudah tak ingat lagi.

Saya sudah berkomitmen untuk menulis, maka dari itu saya harus bertanggung jawab dengan apa yang harus saya lakukan. Istikomah dan fokus. Meskipun kecil dan sederhana, karena kemampuan saya memang kecil, namun saya berusaha menjaga agar saya bersungguh-sungguh dalam melakukannya.

Nah di sinilah peran pembangkitan itu perlu untuk dikeluarkan. Bangkitkan mood menulis dan pilih salah satu cerpen atau judul artikel, selesaikan dalam setiap kali menulis. Tak perlu diedit, tak perlu dipercantik. Hanya cukup ditulis hingga selesai. Ingat, tulis hingga selesai. Sekali lagi perlu penekanan di sini, tulis hingga selesai! Kemudian diamkan beberapa hari, lalu edit, percantik, dan jadi deh, siap untuk dipublikasikan.

Dulu saya sering tidak sabar. Ingin menulis sekali jadi, hasilnya, saya malu sendiri saat membacanya. Ternyata tulisan saya sangat acak adul. Saya tak mau menyerah begitu saja, saya memang banyak kekurangan, tapi tidak boleh patah semangat. Harus terus belajar dan belajar.

Yuk sama-sama belajar mendalami karakter. Jangan semakin lama menulis malah tulisan semakin merosot. Bukankah hari esok seharusnya lebih baik dari sekarang/hari ini. Insya Allah kalau mau berusaha, Tuhan tak akan tinggal diam.

Hanya celoteh iseng dari saya, kalau tak suka abaikan saja.

Advertisements

4 thoughts on “Pendalaman Karakter dan Bangkitkan Mood

    • Hehehe….
      Yang di sini sudah jelas suka nulis, cuman kadang suka mentok ditengah jalan mood ilang hehehehe

  1. Ya sama, saya terkadang sudah menulis separuh jalan atau selesai draft tapi merasa belum sempurna..tapi kehilangan mood…terima kasih sudah mampir dan like di blog saya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s