Festival Sastra Migran Dua

Teman FLP

Sehabis Even

Akhirnya selesai juga gawe kami. Sebelumnya sempat was-was akan ketidak lancaran acara, tapi ternyata itu hanya pikiran negatif sendiri saja. Buktinya semuanya berjalan dengan baik.

Acara yang digelar dari pagi jam 10 sampai 5 sore ini berlangsung dengan meriah. Dihadiri sastrawati asal Jepang yang ingin mendalami budaya dan sastra Indonesia bernama Shiho Sawai. Wanita cantik ini mengaggumi sastra Indonesa karena keragaman bahasanya yang menurutnya sangat unik. Betapa semangatnya beliau memaparkan perihal MEJIKUHIBINIU. Beliau mencari di berbagai kamus tentang kata tersebut tapi tak ketemu. Ternyata anak-anak sekolah menyebut pelangi sebagai MEJIKUHIBINIU, begitu ungkap beliau dengan bahasa Indonesia yang patah-patah.

Hadir juga sastrawan Hong Kong Jus Pusa yang menyanyikan lagu Bengawan Solo dengan riangnya. Laki-laki botak ini juga memperagakan kelihaiannya bermain sulap. Beliau datang bersama pengrajin dari kain perca.

Betapa senangnya, monolog yang saya posting beberapa minggu yang lalu dapat dimainkan dengan bagus oleh Emma Vey. Dia begitu lues memerankan sosok ibu Jamilah yang sudah tua renta. Berkat sutradara Aditya Gumay yang sempat mengarahkannya sebelum terbang ke tanah air seminggu sebelumnya.

Begitu juga dengan pemenang naskah drama yang diambil dari buku kumcer Penjajah di Rumahku. Semua karakter dapat bermain dengan baik. Mas Aditya Gumay jugalah yang mengarahkan mereka seusai Work Shop Menulis Scenario tangggal 11 Maret lalu.  Ternyata semuanya tak sia-sia. Bejalan sesuai rencana. Lancar.

Pembacaan puisi, berbalas pantun, pembacaan pemenang lomba kisah inspiratif, juga penyerahan piagam penghargaan lomba, piagam penghargaan untuk perpustakaan terpilih, semuanya sejalan dengan rencana.

Betapa leganya, tahun ini adalah tahun yang begitu melelahkan. Even bertumpuk-tumpuk membuat kami sempat stres dan terjadi sedikit pertengkaran dalam keluarga forum, namun itu menambah kedekatan dan kehangatan keluarga forum kami ini. Setelah kehadiran Bunda Helvy Tiana Rosa, pemutaran film Ummi Aminah, Work Ahop Menulis Scenario, Festival Sastra Migran II, bulan depan kembali kami dihadapkan dengan even yang tak kalah menguras tenaga, pemutaran film Hafalan Shalat Delisa, yang akan dihadiri langsung oleh pemeran utama Reza Rahardian dan juga penulis novel Tere Liye.

Banyak sekali yang harus dipersiapkan. Selain yang utama adalah stamina tidak boleh drop di saat-saat genting seperti ini. Apalagi cuaca sangat ridak bersahabat, kadang lembab, kadang dingin, kadang panas, sangat gampang memacu flu dan tak enak badan.

Selain menulis, kami banyak belajar akan pentingnya kekompakan saat menyelenggarakan even. Dengan adanya even seperti ini, kami bisa berkumpul untuk menggali potensi masing-masing agar berkembang dari titik biasa menjadi lebih baik.

Saling mengingatkan akan pentingnya berbagi. Toh berbagi tidak hanya dapat dilakukan dengan harta. Meskipun hanya sedikit saja, membagi pengetahuan pada orang yang membutuhkan juga nilainya sama, ibadah.

Yang terpenting adalah tak boleh puas untuk terus belajar, dan membagikan apa yang diperoleh pada yang membutuhkan.

Tetap semangat dan terus maju!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s